Friday, September 6, 2013

Sinopsis Paris : Aline by Prisca Primasari Gagas Media

Pembaca tersayang,

Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir, merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Éclair, Beautiful Mistake, dan Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa.

Ini tentang sebuah pertemuan takdir Aline dan seorang laki-laki bernama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena menyimpan misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul 12 malam pula? Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Père Lachaise yang konon berhantu?

Setiap tempat punya cerita.Dan inilah sepotong kisah cinta yang kami kirimkan dari Paris dengan prangko yang berbau harum.

Enjoy the journey,
EDITOR

Aline Ofeli, seorang mahasiswa asal Indonesia sedang patah hati karena cowok yang dia taksir – dipanggil sebagai ‘Ubur-ubur’- baru saja jadian dengan cewek Francis yang cantik banget. Dia kemudian memutuskan untuk cuti dari pekerjaannya di Lombok Bistro – dimana Ubur-ubur dan juga pacarnya bekerja – selama seminggu. Dia menemukan sebuah pecahan porselen saat di perjalanan pulang dan harus repot-repot mencari sang pemilik. Dia makin repot saat si pemilik – Aeolus Sena, orang Indonesia juga – berjanji untuk mengambilnya di Place de la Bastille pukul 12 malam.

Sena datang dan menjanjikan tiga permintaan sebagai balas budi. Untuk permintaan pertama dia meminta agar bisa pulang ke Indonesia dan bertemu dengan ibunya. Sena menawarkan pilihan lain, ibu Aline yang datang ke Paris dan dia memberikan segepok uang. Aline tidak mempercayainya, apalagi mendengar pekerjaannya sebagai tukang reparasi mesin tik, lalu selalu datang dan pergi secara mencurigakan dan mempunyai hubungan misterius dengan tetangganya Aline yang juga berasal Indonesia, Ezra.

Cerita tentang Aline, Sena dan orang-orang disekitarnya diceritakan dalam format diary. Novel ini mempunyai prolog, epilog dan 12 bab yang dibuka dengan keterangan hari, tanggal dan tahun, pilihan mood, dan sebuah sketsa tempat-tempat yang ada di Paris. Format seperti ini membuat kita lebih dekat dengan di tokoh utama dan sekaligus membuat cerita sangat mengalir.

At last, Paris atau Paris: Aline (apakah nanti ada Aline: Sena atau Paris: Ezra?) menawarkan sebuah cerita yang unik dan manis. Tak hanya memperlihatkan keindahan Paris tapi juga mengingatkan Indonesia, negara asal kita yang tidak akan pernah bisa dilupakan, apapun yang terjadi. Recommmeded :D

Dari permulaan kisah, pembaca sudah diberi tahu bagaimana cerita novel ini akan berakhir. Tentu saja dengan bahagia. Cerita dibuka dengan Aline, sang tokoh wanita utama yang mengirimkan buku catatan hariannya kepada sahabatnya di Perancis. Sang sahabat pun mulai membaca catatan harian Aline itu. Cerita bergulir layaknya membaca sebuah buku harian. Lengkap dengan gambar ilustrasi yang menggambarkan kota Paris –ilustrasinya bagus, terkesan dibuat asal jadi dengan guratan pinsil bercampur kuas cat, tapi disitulah letak bagusnya. Aline dalam catatannya itu menceritakan perjalanan hari-harinya selama di Paris untuk menyelesaikan kuliah S2-nya. Dia pun bertemu dengan pria misterius bernama Aeolus Sena –nama yang dipilih karena sifat cowok ini yang seperti angin, suka pergi seenaknya. Sosok Sena digambarkan adalah orang yang pandai, tapi suka bertindak seenaknya. Yang agak sedikit mengganggu pada novel ini adalah pas masuk ke bagian pertengahan, tentang konflik yang sedang dihadapi oleh Sena. Dia sedang menghadapi masalah karena disekap oleh sebuah keluarga yang menganggapnya adalah pengganti anaknya yang hilang. Cerita pada bagian ini terasa agak mengganjal. Untungnya, gaya bercerita sang penulis sangat enak dan membuat saya ingin terus membaca sampai selesai. Pada bagian akhir novel ini bercerita dengan sangat baik. Konflik-konflik terselesaikan. Beberapa cerita penutup tentang karakter lainnya yang muncul pada novel ini juga terbuka satu persatu. Saya diberi akhir yang manis, semanis cerita tentang Paris, si kota penuh cinta.

Sumber:
Klik.
Klik.

No comments:

Post a Comment